News

Prabowo Ungkap Indonesia Banyak Diminta Bantu Pasokan Pupuk

Saya ke luar negeri sebagai Presiden Indonesia sangat dihormati sekarang. Banyak negara minta bantuan ke kita

Jakarta (KABARIN) - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sejumlah negara kini meminta bantuan pupuk dari Indonesia seiring meningkatnya kapasitas produksi pangan dan pupuk nasional.

“Saya ke luar negeri sebagai Presiden Indonesia sangat dihormati sekarang. Banyak negara minta bantuan ke kita,” kata Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Ia menyebut beberapa negara seperti Australia, India, Brasil, dan Filipina turut mengajukan permintaan bantuan pupuk karena Indonesia dinilai memiliki produksi yang mencukupi.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan di tingkat global, bahkan mampu membantu negara lain termasuk negara maju.

Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat Indonesia berpuas diri, melainkan menjadi dorongan untuk terus memperbaiki berbagai kekurangan dan tantangan di dalam negeri.

"Memang masih ada banyak kekurangan dan saya orang yang selalu mengajak ayo kita berani menghadapi kekurangan kita, kita berani menghadapi kesulitan, kita berani menghadapi tantangan. Kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa," katanya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya pemberantasan penyelewengan dalam sektor ekonomi agar pertumbuhan nasional dapat berjalan optimal.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi krisis global, termasuk pelajaran dari pandemi COVID-19 dan gejolak pangan dunia.

Menurutnya, beberapa negara sempat menghentikan ekspor pangan saat krisis, sehingga Indonesia perlu memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai prioritas utama.

Prabowo menyebut produksi pangan nasional saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, dengan cadangan beras lebih dari 5,3 juta ton hingga pemerintah harus menyewa gudang tambahan.

Selain itu, produksi pupuk nasional juga disebut telah diamankan, bahkan harga pupuk diturunkan sebesar 20 persen untuk pertama kalinya.

Ia menegaskan petani kini memperoleh pupuk dalam jumlah memadai, namun pengawasan tetap diperlukan agar pupuk bersubsidi tidak diselewengkan atau disalurkan tidak sesuai ketentuan.

'Petani-petani kita sekarang bisa menikmati pupuk dengan jumlah yang cukup. Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk bersubsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama," ujarnya.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: